Sebagai seorang yang punya hobi traveling dan juga menyandang sebagai buruh pabrik ,jalan jalan merupakan hal yang sangat susah di lakukan , bagaimana tidak ? senin sampai jumat harus berada di pabrik,sehingga praktis hanya mempunyai 2 hari libur, itupun kalau sabtu tidak di paksa lembur sama si Bos. Jujur saja saya tidak begitu suka dengan pekerjaanku ini ,sering terpikirkan di benak ku untuk menjadi seorang freelancer, sehingga tidak usah bergantung pada satu perusahaan,tidak mempunyai Bos yang mulutnya kaya TOA mushola dan yang paling penting saya bisa mengatur waktu semaunya sendiri sehingga bebas mau jalan jalan kapanpun.
Yang menjadi permasalahan ,apakah saya berani melepas pekerjaanku yang apabila di nilai dari segi materi begitu nyaman ? tapi dari segi batin sama sekali tidak nyaman , lalu pekerjaan apa yang mampu membuatku bisa bertahan hidup di zaman menakutkan ini ? di era globalisasi di mana kita menjadi manusia yang cenderung hidup konsumtif ?Apa yang bisa saya kerjakan ? , saya tidak bisa dagang ,tidak punya muka ganteng untuk jadi bintang iklan atau pemain sinetron haha
Dan pada di suata malam hari yang sunyi , saya lagi asik ber internetan ria kemudian saya nyasar di sebuah blog dan menemukan sebuah artikel yang berjudul "follow your passion" ,artikel yang di tulis oleh seorang travel blogger yang kerjaaanya jalan jalan, makan enak, terus dapet duit haha ga kebayang kan enaknya kaya apa ?
Setelah saya baca artikel itu ada sebuah kalimat yang begitu menginspirasi saya ,begini bunyinya ''follow your passion and succes will follow you '' sebuah kalimat yang sebenarnya sering saya baca , tapi ntah kenapa di malam itu kata kata itu begitu menggugah hati saya untuk segera berani meninggalkan pekerjaanku ini .pekerjaaan yang tidak di lakukan dengan sepenuh hati,pekerjaan yang tidak sama sekali mendekati definisi passion yang saya coba artikan sendiri.
Hingga tiba akhirnya di bulan januari 2017 saya memutuskan untuk resign dari perusahaan,Di bulan pertama saya masih asyik jalan jalan menikmati kebebasan .bulan berikutnya mulai lah saya panik,tabungan menipis tapi kok ga ada pemasukan ?
Dengan berbekal nekad akhirnya sisa tabungan yang saya miliki saya belanjakan untuk membeli beberapa kamera .Di era digital seperti sekarang fotografi seaakan menjadi kebutuhan pokok semua orang ,manusia seperti susah terlepas dari kegiatan fotografi ,itu lah hal yang meyakinkan saya untuk membuka rental kamera .Hasilnya ? Bulan pertama pemasukan masih jauh dari yang saya harapkan ,tapi saya tetap sabar dan tetap berusaha.
Dan di bulan ke Dua akhirnya saya menuai untung juga , bahkan sering kehabisan kamera
karena banyaknya orang yang ingin menyewa ,hal yang di luar dugaan sebelumnya ,sehingga saya pun bekerja sama dengan beberapa teman teman yang mempunyai kamera dan dengan perjanjian hasil bagi 30% buat saya .Bonusnya adalah saya tidak perlu harus pergi ke perusahaan bermacet macetan di jalan,berhadapan dengan bos bos yang gayanya luarbiasah , tinggal memasarkan lewat social media janjian kemudian COD.
Dan akhirnya ,saya menikmati pekerjaan ini ,pekerjaan yang mendekati definisi passion yang saya artikan sendiri .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar